SIBER TODAY – Pembangunan jembatan darurat Sungailembu di Kecamatan Pesanggaran akhirnya rampung, menghubungkan kembali tiga desa yang sempat terputus aksesnya.
Kini kendaraan roda empat sudah bisa melintas dengan aman, setelah dua bulan sebelumnya jembatan khusus roda dua lebih dulu diselesaikan.
Warga Desa Sumberagung, Kandangan, dan Sarongan kini dapat beraktivitas normal tanpa harus menyeberangi sungai berarus deras.
“Alhamdulillah, jalan sudah lancar dan mobil bisa lewat lagi. Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi,” ujar warga, Sri Windarti.
Jembatan sebelumnya rusak berat akibat luapan air sungai pada 15 Juli 2025, hingga menyebabkan jalur penghubung ambles total.
Empat hari setelah kejadian, Pemkab langsung membangun jembatan sementara roda dua yang dapat digunakan warga pada 18 Juli 2025.
Sementara untuk kendaraan roda empat, jembatan baja sistem knock down dibangun sekitar 300 meter dari jembatan lama.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas karena menghubungkan tiga wilayah vital Pesanggaran.
“Jembatan permanen akan kami bangun kembali di lokasi lama pada tahun 2026,” ujar Ipuk saat meninjau lokasi, Kamis (25/9/2025).
Pembangunan jembatan ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2,6 miliar untuk penanganan infrastruktur pascabencana.
Plt Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, menjelaskan rangka jembatan dirakit langsung dari pabrik dan memakan waktu dua bulan.
Jembatan baja tersebut memiliki panjang 30 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 2,1 meter dengan pondasi bronjong berlapis.
Kendaraan yang boleh melintas dibatasi maksimal 10 ton, dengan prioritas bagi kendaraan keluarga dan niaga ringan.
“Meski bersifat darurat, konstruksi jembatan ini kokoh dan aman untuk dilalui masyarakat,” ujar Yayan sapaan akrabnya. (*)





