SIBER TODAY – Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan Karangdoro, Banyuwangi, menggelar Training of Trainers (TOT) Capacity Building bagi seluruh stakeholder yayasan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan budaya kerja, memperkuat penerapan 5R, serta membentuk karakter santri yang unggul.
Pelatihan berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Peserta berasal dari seluruh unsur yayasan, mulai pengurus, guru, dosen Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba), tenaga kependidikan, pengurus dan pendamping asrama, petugas kebersihan, keamanan, hingga karyawan.
Konsep Training of Trainers (TOT) dipilih agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi pelatih internal yang menularkan nilai-nilai tersebut kepada seluruh santri.
Melalui program ini, yayasan menargetkan terciptanya budaya hidup bersih, disiplin, tanggung jawab, serta pelayanan prima yang diterapkan secara seragam di seluruh unit pendidikan dan lingkungan pesantren.
Ketua Panitia TOT Capacity Building, Ust. Eka Putra Setiyawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan awal perubahan budaya kerja di lingkungan yayasan.
“Kegiatan ini dirancang bukan sekadar pelatihan sehari, tetapi menjadi titik awal perubahan budaya kerja di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan. Seluruh peserta nantinya menjadi trainer yang akan mengajarkan kembali nilai-nilai tersebut kepada para santri sehingga terbentuk budaya yang seragam dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selama lima jam pelaksanaan, peserta menerima materi dari berbagai narasumber profesional. Di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Daar Al Ihsan KH. Rohmatullah Dimyati, Tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, praktisi perbankan Siti Nur Laili, serta praktisi housekeeping hotel M. Agiz Izzul Haq.
Materi yang diberikan meliputi penanaman karakter kepesantrenan, edukasi pengelolaan lingkungan, hospitality, etika pelayanan, komunikasi profesional, hingga praktik kebersihan sesuai standar industri perhotelan.
Pengasuh Pondok Pesantren Daar Al Ihsan, KH. Rohmatullah Dimyati, menegaskan pendidikan karakter harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh keluarga besar pesantren.
“Pesantren yang maju dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui TOT ini kita ingin membangun karakter seluruh keluarga besar pesantren agar memiliki kebiasaan baik, disiplin, bertanggung jawab, menjaga kebersihan, dan mampu menjadi teladan bagi santri,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Ir. Bayu Hadiyanto, ST., M.Si., turut mengapresiasi langkah yayasan yang memasukkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter santri.
“Kami mengapresiasi Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan yang menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Budaya hidup bersih dan pengelolaan lingkungan yang baik harus menjadi kebiasaan seluruh warga pesantren,” ujar Bayu.
Sementara itu, Ketua II Bidang Pendidikan Formal Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan, H. Syaroni, MM., menilai TOT menjadi fondasi untuk menyatukan pola pembinaan di seluruh lembaga pendidikan di bawah yayasan.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mencetak agen perubahan yang mampu menanamkan budaya 5R, kebersihan, tanggung jawab, pelayanan prima, dan karakter Islami kepada seluruh santri. (*)





