SIBER TODAY – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi kembali menjalankan program padat karya tahun 2026 dengan melibatkan ratusan warga kurang mampu dalam kegiatan normalisasi saluran irigasi yang tersebar di seluruh wilayah koordinasi (Korsda).
Program tersebut dilaksanakan di 11 Korsda, masing-masing satu lokasi kegiatan. Seluruh tenaga kerja direkrut dari warga miskin yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Dedi Kurniawan, mengatakan program padat karya menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga fungsi jaringan irigasi sekaligus memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat.
“Program ini kami laksanakan di seluruh Korsda. Setiap lokasi melibatkan 30 orang, terdiri dari satu mandor dan 29 pekerja. Prioritas tenaga kerja berasal dari warga miskin yang masuk dalam DTSEN,” ujar Dedi.
Menurutnya, pemerintah menargetkan sedikitnya 25 warga miskin dapat terserap di setiap kelompok kerja. Dengan 11 lokasi kegiatan, jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai sedikitnya 275 orang.
“Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Selain jaringan irigasi lebih terawat, warga juga memperoleh kesempatan bekerja melalui program ini,” katanya.
Dedi menjelaskan pekerjaan yang dilakukan berupa normalisasi saluran irigasi, mulai dari pembersihan endapan tanah, rumput liar, hingga sampah yang menghambat aliran air.
“Normalisasi ini penting agar saluran tetap bersih dan distribusi air ke lahan pertanian berlangsung lancar, terutama menjelang musim tanam,” jelasnya.
Hingga awal Agustus, sebagian kegiatan masih berlangsung di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya berada di Korsda Cluring, Pesanggaran, Rogojampi, Singojuruh, dan Tegaldlimo.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan para petani yang bergantung pada jaringan irigasi tersebut. (*)





