SIBER TODAY – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan perbaikan Gedung Wanita Paramitha Kencana setelah bangunan tersebut digunakan sebagai pasar sementara selama proses revitalisasi Pasar Banyuwangi.
Gedung yang berada di kawasan pusat kota itu rencananya akan dikembalikan ke fungsi awal. Pemkab telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan pada 2026 untuk menangani kerusakan bangunan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan, kondisi gedung mengalami sejumlah kerusakan setelah digunakan untuk aktivitas perdagangan.
“Setelah aktivitas pasar dipindahkan, Gedung Wanita akan kita benahi agar bisa kembali dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Anggaran pemeliharaannya sudah kita siapkan pada 2026,” ujar Cahyanto, Jumat (30/10/2026).
Selain pembenahan gedung, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan rencana penataan kawasan perkotaan secara terintegrasi. Penataan tersebut mencakup sejumlah titik strategis yang saling berdekatan.
Kawasan yang masuk dalam perencanaan meliputi Gedung Wanita, Taman Blambangan, Pasar Banyuwangi, Inggrisan, Masjid Agung Baiturrahman hingga Taman Sri Tanjung.
Dalam konsep tersebut, Gedung Wanita direncanakan menjadi fasilitas parkir bertingkat. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menyediakan ruang parkir sekaligus memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD).
Sementara itu, penataan juga menyasar kawasan pedestrian di sisi barat Pasar Banyuwangi. Pemkab berencana memperlebar jalur pejalan kaki di bagian selatan agar terkoneksi dengan kawasan masjid.
Lebar pedestrian tersebut direncanakan menyamai jalur pejalan kaki yang sudah tersedia di depan pasar. Dengan begitu, akses antarkawasan menjadi lebih terhubung dan nyaman bagi pengunjung.
Cahyanto menyebut, penataan kawasan itu diarahkan untuk menghadirkan ruang publik sekaligus destinasi wisata perkotaan. Konsep yang disiapkan mengadopsi suasana kawasan Malioboro di Yogyakarta.
“Harapannya kawasan tersebut bisa menjadi ruang aktivitas masyarakat sekaligus tujuan wisata baru di pusat Kota Banyuwangi,” jelasnya.
Menurut Cahyanto, rencana penataan sebenarnya ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemkab.
Pendanaan proyek direncanakan bersumber dari APBD dan dilaksanakan secara bertahap. Pemkab juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dengan skema pendanaan tersebut, Pemkab Banyuwangi menargetkan penataan kawasan terpadu itu mulai direalisasikan pada 2027. (*)




